Bimbingan Konseling Tentang Bullying: Pencegahan, Dampak, dan Penanganan (Lengkap dengan Makalah Gratis!)


   Penindasan atau perundungan atau perisakan (Bullying dalam bahasa inggris) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekera-san fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Ada dua bentuk penindasan, yakni penindasan fisik dan penindasan psikologis.

  1. Penindasan  Fisik: Bentuk penindasan atau bullying ini dilakukan secara kontak yang mengakibatkan sakit fisik, luka, cedera atau menderita fisik lainnya. Contoh bentuk bullying secara fisik adalah memukul, menendang dan lain sebagainya.
  2. Penindasan Psikologis: Bentuk penindasan ini mengakibatkan trauma psikologis, perasaan takut, depresi, kecemasan, stress dan juga gusar bagi yang menerima bullying.

    Adapun jenis - jenis bullying adalah dalam bentuk tindakan fisik atau verbal yang bisa dil-akukan secara langsung atau tidak langsung. Barbara Coloroso (2006:47-50), menyatakan ada empat jenis bullying, diantaranya:

  1. Bullying Secara Verbal: Jenis perbuatan yang dilakukan pada bullying ini adalah dalam bentu julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang seperti ajakan seksual atau pelecehan seksual, teror, surat-surat yang melakukan intimidasi, gosip dan lain se-bagainya.
  2. Bullying Secara Fisik: Jenis bullying ini seperti melakukan tindakan memukuli, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi dan merusak serta menghancurkan barang milik orang yang ditindas.
  3. Bullying Secara Relasional: Jenis bullyin ini adalah jenis bullying dalam bentuk pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran.
  4. Bullying Elektronik ( cyberbullying ): Bullying ini adalah jenis bullying yang berupa perbuatan bullying yang dilakukan dengan cara memanfaatkan elektronik, seperti komputer, smartphone, internet, website, sosial media, chatting, email, sms dan lain sebagainya.

    Ada berbagai kategori bullying yang marak terjadi, Berikut adalah beberapa kategori yang paling penting yang sering dibahas :

  1. Pack intimidasi adalah bullying yang dilakukan oleh kelompok. intimidasi itu lebih men-onjol di sekolah-sekolah tinggi. Pack intimidasi dilakukan dengan cara intimidasi fisik atau intimidasi emosional dan dapat dilakukan secara langsung atau di dunia maya. bully-ing ini bisa terjadi di halaman sekolah, lorong-lorong sekolah, lapangan olahraga, ruang kelas, atau di bus sekolah.
  2. Intimidasi individu adalah bullying yang dilakukan perorangan dan bisa terjadi baik secara langsung atau online. Intimidasi individu juga bisa dilakukan dengan cara in-timidasi fisik atau intimidasi emosional. Jenis ini sering terjadi di sekolah dasar di tempat-tempat yang sepi.

Kenapa seseorang melakukan bullying?

  1. Mencari perhatian :  Anak yang tidak mendapatkan perhatian dari lingkungan atau orangtuanya akan melakukan tindakan-tindakan agar dia mendapatkan perhatian, diantaranya dengan melakukan bullying. Misalnya seorang kakak yang menyubit adiknya ka-rena merasa iri adiknya mendapat perhatian lebih dari ibunya dan adiknya me-nangis. Terkadang orang dewasa membaca hal ini dengan menganggap si kakak nakal, padahal itu bentuk agar dia mendapatkan perhatian. Walaupun cara tersebut merupakah hal negatif, tapi bagi dia itu lebih baik daripada tidak mendapatkan perhatian sama sekali.
  2. Meniru : Anak-anak cenderung meniru orang dewasa dan mereka menganggap apa yang dilakukan orang dewasa itu keren. Ketika melihat lingkungan orang dewasanya melakukan bullying misalnya dengan memberikan julukan-julukan terkait fisik contohnya 'si kriting'.  Anak akan cenderung meniru dan melakukan olok-olokan juga kepada temanya, dengan demikian dia menganggap dirinya setara dengan 'orang dewasa'. Perlu pengertian dari orangtua atau guru agar mereka tidak saling mengolok-olok.



BONUS: Download Makalah Gratis tentang Bully
👉 Silahkan DOWNLOAD filenya  :)






Bimbingan Konseling Tentang Bullying: Pencegahan, Dampak, dan Penanganan (Lengkap dengan Makalah Gratis!) Bimbingan Konseling Tentang Bullying: Pencegahan, Dampak, dan Penanganan  (Lengkap dengan Makalah Gratis!) Reviewed by NfdhilahMMs on Agustus 23, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.